Pentingnya Mengasuransikan Kendaraan Menurut Drifter Akbar Rais

author
2 minutes, 35 seconds Read

Selain dikenal sebagai pebalap nasional dan drifter profesional, Akbar Rais juga dikenal sebagai konten kreator dan hobi mengoleksi mobil. Akbar Rais mengaku memiliki beberapa mobil di garasi rumahnya yang masing masing dia beli untuk kebutuhan berbeda. Ada yang dia pakai untuk kebutuhan harian, ada juga yang hanya dia pakai di akhir pekan dan mobil yang hanya sebulan sekali dikeluarkan dari garasi untuk balapan.

"Saya nggak akan pakai mobil mahal untuk kebutuhan harian agar nggak berisiko rusak atau lecet," ujarnya. Akbar mengaku pernah menjadi korban tabrak mobil. Ceritanya, salah satu mobilnya yang hanya biasa dia pakai di weekend, dia hidupkan dan dia pakai keluar rumah. Nahas, mobil itu ditabrak orang. Karena mobilnya pernah mengalami kerusakan serius karena insiden itu, Akbar mengaku kini mengasuransikan mobil mobilnya tersebut.

"Saya punya pengalaman nyetir mobil buat weeekend, suatu ketika ditabrak orang. Untungnya saya pakai asuransi mobil." "Hidup itu harus jaga jaga, kalau ada yang bisa dipakai untuk mengurangi risiko kenapa nggak," ujarnya. Di sela kesibukannya, Akbar juga mengaku kerap diminta netizen membuat konten tentang dunia drifting.

"Saya sering ditanya teman teman untuk bikin modifikasi mobil untuk drifting. Saya biasanya bikinin konten dengan memulai bagaimana tips beli mobil bekas dulu." "Lalu apa yang perlu dimodif agar tidak menghilangkan estetika. Dasar dasar itunya yang biasanya saya bagikan," ujarnya di acara BRINS Coffee Talks di Kopi Muja, Gandaria, Jakarta, 28 Oktober 2021. Dia menjelaskan, jika serius menekuni hobi drifting, harus ada persiapan start sampai finish.

"Kita harus punya rencana sejak saat gue start. Kalau mau balapan harus mempertimbangkan aspek safety nya juga seperti seat belt dan roll cage," tuturnya. Terkait aspek safety ini, Akbar Rais menilai anak muda sekarang kesadaran untuk mengantisipasi risiko masih kurang. "Misalnya beli mobil, yang penting gaya dulu tapi tak mempertimbangkan risiko jika terjadi kecelakaan. Makanya saat beli mobil lebih baik harus menyiapkan juga dana untuk mengasuransikan kendaraan," ujarnya.

Akbar sendiri mengaku mengasuransikan mobil merupakan salah satu prioritas dalam pengeluaran rutinnya mengingat ketergantungannya pada mobil untuk menunjang pekerjaan amat tinggi. "Setelah pakai (beli polis) asuransi jiwa, saya pakai asuransi mobil, setelah itu ke asuransi rumah. Mobil harus jadi prioritas karena ini benda bergerak yang kita pakai sehari hari," kata dia. Fathia Izzati yang selama ini dikenal sebagai influencer, setuju dengan pendapat Akbar Rais.

"Lebih baik mengasuransikan (kendaraan) daripada ke depan risikonya harus membayar lebih mahal jika mobil yang kita miliki mengalami kerusakan," ungkapnya. Fankar Umran, CEO BRI Insurance (BRINS) tak menampik haga premi asuransi mobil memang tidak murah. "Yang mahal memang asuransi kendaraan, mobil seharga Rp 300 juta, preminya bisa 5 juta selama setahun. Atau harus membayar premi Rp 300 ribu per bulan," ungkapnya.

Dia menambahkan, milenial saat ini merupakan pasar yang bagus untuk industri asuransi. "Tapi fakta menunjukkan milenial yang berasuransi masih kecil. Mereka sebenarnya masih kurang concern mereka terhadap risiko," ujarnya. Pihaknya kini juga serius menggarap pasar milenial dengan menghadirkan aplikasi BRINS Mobile untuk memudahkan pembelian polis asuransi yang dapat disesuaikan kebutuhan dengan cepat dan murah dengan fasilitas customized. Pihaknya memberikan promo pembelian dengan diskon 25 persen untuk pembelian polis asuransi kendaraan BRINS OTO.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.