Kenapa Liga 1 2021 Jalan Terus Meski Kasus Covid-19 Mengganas? Ini Analisis dari SOS

author
1 minute, 28 seconds Read

Kenapa Liga 1 Jalan Terus Meski Kasus Covid 19 Mengganas? Ini Analisis dari SOS PT Liga Indonesia Baru (LIB) seperti bergeming dengan banyaknya temuan kasus Covid 19 di lingkungan kompetisi sepakbola BRI Liga 1 musim 2021/2022. Kompetisi sepakbola kasta teratas di Indonesia itu tampak dipaksakan berlangsung dengan segala risikonya.

Padahal, sejak Kamis (5/2/2022) pekan lalu, total ada 99 kasus infeksi Covid 19 yang dilaporkan 11 klub peserta BRI Liga 1. Kurva kasus Covid 19 di lingkungan BRI Liga 1 itu belum melandai. Hari ini, Rabu (9/2/2022), ada tambahan 20 kasus Covid 19 yang dilaporkan Persija Jakarta. Besarnya angka kasus Covid 19 di klub berjuluk Macan Kemayoran itu membuat laga pekan 24 BRI Liga 1 antara Persija Vs Madura United, harus ditunda.

Namun laporan kasus Covid 19 baru dari Persija ini tidak membuat PT LIB bergeming. Kompetisi BRI Liga 1 masih berlangsung, atau dipaksakan berlangsung sekalipun harus mengorbankan keselamatan dan kesehatan seluruh pemain, ofisial, serta staf pelatih 18 klub peserta. Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali menganalisis, PT LIB meneruskan BRI Liga 1 karena terikat kontrak dengan televisi.

Bila jadwal pertandingan menjadi molor, tidak menutup kemungkinan ada biaya yang dikenakan pada PT LIB sebagai operator kompetisi. "Yang dihitung di sini cost nya, kalau dihentikan sementara, tentu ada cost tambahan yang harus ditanggung oleh LIB dan sebagainya. Itu yang kemudian dipikirkan," sambung dia. Dalam hal ini, boleh dibilang PT LIB mengambil keputusan yang hanya mempertimbangkan kepentingan materil.

"Jadi yang ada di pikiran LIB sekarang ini semua tentang uang. Kerugian kerugian secara materil ini yang dihitung, sehingga dipaksakan Liga 1 tetap main," tutur Akmal. Sebenarnya kata Akmal ada kerugian immaterial yang lebih besar dengan kompetisi yang dipaksakan ini. "Pertama tentu secara kualitas kompetisi tidak lagi dilihat sama LIB. Kualitas kompetisi kita jadi jeblok, tapi tidak dilihat lagi, yang penting selesai saja. Mau pakai pemain lapis dua, lapis tiga, pakai, yang penting kompetisi selesai," kata dia.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.